1. Mengapa pelaku bisnis harus mempertimbangkan kondisi lingkungan dalam mengelola bisnis?
Lingkungan bisnis adalah nilai keseluruhan dari individu, institusi, maupun kekuatan lain yang berasal dari luar kontrol perusahaan, tapi perusahaan masih bisa bergantung pada mereka karena mereka sudah mampu mempengaruhi performa perusahaan dan keberlanjutan perusahaan.
Beberapa hal yang membentuk lingkungan bisnis adalah kompetitor, pemasok, media, kelompok pelanggan, pelanggan, pemerintah, kondisi pasar, kondisi ekonomi, teknologi, pemodal, tren, dan beragam pihak lain yang berasal dari luar perusahaan.
Contoh sederhananya, perubahan pajak yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah berpotensi membuat pelanggan membeli produk dalam jumlah yang lebih sedikit daripada yang dijual. Dalam hal ini, bisnis harus menetapkan kembali harga jualnya agar bisa keluar dari masalah tersebut.
Memahami lingkungan bisnis harus menjadi prioritas utama para pimpinan perusahaan, kenapa? Karena hal ini akan memberikan dampak pada kesuksesan, skala, visi, hingga strategi dalam pengembangan bisnis.
2. Lingkungan seperti apa yang dapat mendukung bisnis dapat berjalan dengan baik? Berikan contohnya!
Perusahaan yang benar-benar memperhatikan lingkungan juga bisa berkembang dengan meningkatkan kinerja sesuai perubahan yang terjadi. Beradaptasi dengan kekuatan eksternal membantu bisnis untuk meningkatkan kinerja dan bertahan di pasar.
Klasifikasi & Contoh Lingkungan Bisnis
Lingkungan bisnis diklasifikasikan menjadi 2 (dua) jenis yaitu Internal Business Environment dan External Business Environment.
1. Internal Business Environment
Ini adalah jenis yang terjadi di dalam internal perusahaan itu sendiri dan memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas bisnis. Jenis ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu: resource, capability, dan core competencies. Di bawah ini adalah penjelasan beserta contoh analisisnya :
a. Resource: Ketersediaan bahan baku bagi perusahaan.
Contohnya: bahan baku yang digunakan perusahaan merupakan kayu kelapa yang didatangkan dari desa Maju Sejahtera.
b. Capability: Kemampuan perusahaan dalam memenuhi hak karyawan.
Contohnya: Perusahan mampu mempekerjakan 5 orang karyawan yang terdiri dari 1 orang desainer, 2 orang pengrajin, dan 2 orang marketing produk.
c. Core competence: Kemampuan perusahaan untuk bersaing.
Contohnya: Perusahaan mampu menciptakan keunikan yang tidak dipikirkan pasar sehingga hal itu menjadi nilai tambah.
2. External Business Environment
Lingkungan bisnis ini merupakan faktor yang terjadi di luar perusahaan. Di mana, perusahaan tidak bisa mengontrol hal tersebut kecuali terus beradaptasi dan terus menyesuaikan. Lingkungan jenis ini dikategorikan menjadi:
a. Threat of new entries: Ancaman produk serupa yang beredar di pasar dengan target konsumen yang sama.
Contohnya: Untuk mencegah persaingan pasar, cobalah buat bisnis yang unik dan berbeda, juga stand out jika dibanding kompetitor lainnya.
b. Bargaining power of customers: Daya tawar yang diinginkan pelanggan atau konsumen.
Contohnya: Perusahaan bisa menjadi yang pertama kali mendobrak pasar dengan menentukan harga sebagai kunci utama. Analisis lingkungan bisnis mengatakan, harga yang terlalu tinggi dapat memicu munculnya kompetitor, sedangkan harga yang terlalu rendah tidak dapat untung.
c. Threat of subtitle products: Ancaman terhadap produk yang bisa menggantikan produk tersebut.
Contohnya: Piring plastik, keramik, dan stainless sudah banyak dipasaran. Untuk menjawab kampanye “back to nature”, perusahaan bisa menawarkan produk alami dari kayu kelapa yang memiliki serat menarik.
d. Bargaining power of suppliers: Daya tawar dari supplier.
Contohnya: Pohon kelapa yang memerlukan waktu tumbuh lama menyebabkan pasokan kayu tidak bisa ditebang sembarangan. Demi keberlangsungan lingkungan sekitar, perusahaan harus dapat mengendalikan limbah kayu berlebih.
e. Intensity of competitive rivalry: Sikap perusahaan untuk menjawab tantangan dari kompetitor.
Jenis lingkungan bisnis ini tidak bisa dikontrol perusahaan dan tidak bisa menghambat kemajuan perusahaan lain. Namun, dengan mempelajarinya, perusahaan bisa mengantisipasi masalah ini dengan terus berinovasi.
Seperti yang telah disinggung di atas, lingkungan bisnis yang baik tentunya akan berbanding lurus dengan kesuksesan sebuah bisnis. Itulah kenapa, kamu penting untuk memahami bahwa tidak ada lingkungan yang sempurna, namun kamu bisa membuat lingkungan yang sekondusif mungkin dengan berbagai tips yang telah dijelaskan di atas.
https://stiami.ac.id/
http://marsudi.co.id/

Komentar
Posting Komentar